Waspadalah Akan Film Uttaran Bagi Anak-Anak Anda

459

Untuk Para Orang Tua,Waspada Akan Bahaya “Uttaran” di ANTV!

Kata bahaya dalam judul tidak pake tanda kutip,karena memang jelas dan bisa dipastikan utk mendapatkan perhatian serius. Bahwa ada pendidikan moral yg keliru dan salah kaprah,bahkan bisa tertanam di mindset bernuansa negatif utk para penggemarnya.

Mungkin buat tingkatan orangtua yg menonton,bisa melihat serta menilai dari berbagai sudut pandang sosial,tapi akan lain lagi bila utk para ABG yg masih labil! Berawal dari kesukaan anak perempuan saya (fans film India),setiap pulang sekolah langsung standy by selama 2, 5 jam (senin-jumat) dan 3 jam (sabtu-minggu).

Bayangkan penayangan yg begitu lamanya, setiap hari tanpa ada jeda waktu yg terlewati. Sehingga saya penasaran, seperti apakah film tersebut?dan akhirnya saya turut mendampingi beberapa episode,dan kalau tidak nonton maka anak menceritakan seperti apa jalan ceritanya.

icha dan tapasya kecil

Dan atas apa yg saya saksikan,sungguh sebuah tayangan yg miris.Berikut sedikit Kesimpulannya :

1. Pada awal tayang menceritakan kisah tentang anak mungil dari kampung (icha kecil) dengan berbagai alur ceritanya. Mungkin bisa dibilang itu pas utk ditonton anak disaat pulang sekolah.Bahkan Icha kecil mempunyai impian ingin menjadijadi orang besar,tapi tiba-tiba jalan cerita begitu mudah dibalikan menjadi kisah tentang Icha dewasa. lalu apa sisi negatifnya? Jika dilihat kelanjutannya,Icha hanya penuh kerumitan tentang cinta segitiganya. Lalu impiannya hanya di kira angin lalu, yg mana dampaknya:penonton tingkat anak/remaja yg labil, bisa saja “mengikuti” bagaimana tokoh utama yg begitu mudah melepas masa depan hanya buat hasratkeinginan semu?

2. Icha kecil merupakan gadis penurut dan pintar,tapi disaat dewasa menjadi gadis yg “ditokohkan” alim tapi keras kepala. Ibunya yg begitu baik seringkali ditentang dan dibantah, dan ayah angkatnya yg begitu bijaksana pun sering kali tak di anggap (bahkan dibohongi dari belakang dalam kisah pernikahan palsunya). terlepas dari apapun tujuan dan maksud seorang anak, tetap saja orangtua ingin yg terbaik buat masa depannya. Selain itu, sebuah kesalahan (dosa besar) bila menentang orangtua yg membesarkan dengan susah payah, lalu hanya demi cinta keluarga dilawan! Bahkan, ibunya beberapa kali harus tunduk atas “permintaan bodoh” anaknya, jika tidak dituruti memberikan ancaman akan kabur. Dampaknya : penonton anak/remaja bisa saja mengikuti cara seperti itu, karena dianggap caratips bagus utk mewujudkan hasrat/keinginan.
3. Tokoh Tapasya (anak dari bapak angkatnya), merencanakan pembunuhan utk Icha dengan memanfaatkan mantan pacarnya. Bayangkan saja, buat perasaan yg berlebihan sehingga menghalakan segala cara walau harus menghilangkan nyawa saudara angkatnya? Sebuah peringatan keras atas apa yg ditayangkan film serial tersebut . Dampaknya : bisa saja anak/remaja yg menonton mempunyai tanggapan,bahwa membunuh merupakan cara terbaik menyelesaikan dendam/cemburu/sakit hati/atau hal negatif lainnya.

4. Tokoh Icha yg begitu menyayangi saudarinya Tapasha (walau bertepuk sebelah tangan), begitu mudah menurut dan patuh, dijodohkan dengan pemabuk manggut-manggut saja walau ibunya menentang (tetapi gagal), lalu detik-detik dapat dinikahkan dengan pria idamannya, malah mau juga digantikan oleh Tapsya padahal ibunya memohon bertekuk lutut jangan dilakukan. Kemudian yg terbaru dijodohkan dengan pecandu narkoba juga mau, padahal ibunya bersedih karena tidak setuju (ntah apa kelanjutannya). Yg membuat bingung adalah, Icha sebagai gadis baik tapi ibu sendiri (meski seorang pembantu) tidak dihargai dan dihormati sama sekali? dampaknya : anak/remaja yg menonton bisa saja memikirkan bahwa, toh gadis baik-baik juga membenarkan utk melawan ibu kandungnya? Bukankah dalam ajaran agama manapun, seorang ibu sangat tinggi kedudukannya!

5. Tokoh Icha kerap kali membohongi dan menutupi segala kejadian dari orangtuanya, padahal yg terkena dampaknya ialah semua keluarga. Yg kita ketahui dalam dunia realita, anak yg yg benar-benar baik dan alim, senantiasa mengutamakan kejujuran walau sepahit apapun, serta selalu terbuka atas segala masalah terhadap kepada orangtua. Dampaknya : anak/remaja yg menonton bisa menganggap bahwa, bohong dan tertutup merupakan sikap yg tepat dalam menjalani kehidupan!

6. Tokoh Tapasya mencoba bunuh diri dengan berusaha memotong urat nadi, karena ada keinginan yg tidak bisa didapatkannya yaitu cinta seorang lelaki. dan tokoh Frans mencoba bunuh diri dengan meloncat dari atas rumah, alasannya pun sama karena khawatir gagal mendapatkan cinta seorang wanita. Dampaknya : Upaya bunuh diri bisa dianggap sebagai solusi jitu menekan orang-tuaorangtua, karena dalam film uttaran memperlihatkan “keberhasilan” dengan cara seperti demikian.

7. Film serial Uttaran tidak mendapatkan label khusus 17 tahun keatas, atau mendapatkan peringatan wajib didampingi orangtua. padahal jika disimak dalam film tersebut, yg namanya label bukan utk sekedar adegan bersifat seksual semata (sensor dada), tapi tentang prilaku kekerasan (pembunuhan, mabuk2an, narkoba) dan pendidikan moral yg keliru pun harus diperhatikan! Apalagi Uttaran berawal utk anak-anak kemudian meloncat jadi tayangan film dewasa..

Dari apa yg saya sampaikan diatas, maka saya secaradengan cara pribadi langsung menyuruh anak tidak lagi menonton film tersebut . Kemudian memberikan bimbingan utk meluruskan apa saja yg salah selama penayangan, sehingga jangan sampai mempengaruhi pola pikirnya! Apalagi namanya anak/remaja mempunyai daya ingat kuat, dalam menyerap apapun yg dilihat serta didengarnya..

Sungguh peran penting orangtua dalam memantau apa yg dilakukan/dikerjakan anak, haruslah jadi prioritas utama dalam pendidikan dirumah. Karena tayangan televisi serta internet sudah semakin sukar diawasi oleh pihak-pihak terkait, apalagi pihak pengelola siaran mengutamakan bisnis dan rating, tapi sering sekali tidak menghiraukan efek negatif dari apa yg ditampilkan.

Note : Pihak sensor yg paling terbaik utk anak, bukanlah Menkominfo dan ataupun media. Melainkan kita sebagai orangtua, yg wajib dan ekstra ketat dalam menjaga mata dan telinga anak dari segala sesuatu yg ditontonnya..