Inilah Binatang Pembawa Pesan Kiamat Yg Di Namakan DABBAH!!!…
BINATANG ini bernama Dabbah dan berkali-kali disebut Rasulullah SAW sebagai salah satu tanda dekatnya hari kiamat. Bahkan Allah SWT dalam dalilnya juga menjelaskan tentang binatang ini.Hal ini tertera dalam Quran Surat An-Naml : 82 yg artinya sebagai berikut. “Apabila perkataan telah jatuh atas mereka,Kami keluarkan seekor dabbah (binatang) dari bumi yg akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami, ” (An-Naml : 82).

Rasulullah SAW juga bersabda tentang Dabbah ini dan menjadi salah satu pengingat Umat Islam untuk selalu bertaubat. Dalam hadist Riwayat Muslim,Rasul menyebut tiga perkara yg jika ketiganya keluar maka semua taubat dan amal tidak diterima disisi allah.

Ketiga Itu Adalah :
1. Terbitnnya Matahari Dari Sebelah Barat
2. Munculnya DABBAH
3. Munculnya Dajjal

“Ada tiga perkara yg jika keluar maka tidak akan berguna lagi keimanan orang yg belum beriman sebelumnya ; atau belum mengusahakan kebaikan yg dilakukan dalam keimannya.Ketiga perkara itu adalah : terbitnya matahari dari barat,Dajjal dan binatang bumi. ” (HR. Muslim)

Beliau juga bersabda : “Sesungguhnya tanda-tanda (Kiamat) yg pertama kali muncul adalah terbitnya matahari dari barat dan keluarnya binatang kepada manusia pada waktu Dhuha.Mana saja yg lebih dahulu terlihat,maka yg satunya akan terjadi setelahnya dalam waktu yg dekat. ” (HR. Muslim)

Beliau pun bersabda : “Bersegeralah kalian beramal (sebelum datangnya) enam perkara… (beliau menyebutkan di antaranya) dabbah. ” (HR. Muslim).

Nantinya setelah keluar,Dabbah akan berbicara kepada manusia dan mengabarkan bahwa manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Allah.Ia memberikan tanda pembeda antara orang beriman dan kafir.Tanda utk orang yg beriman adalah wajah yg bercahaya, sedangkan yg tidak, tandanya diberikan dibagian hidung sebagai tanda kekufurannya.
“Binatang bumi itu keluar maka ia memberi cap kepada manusia di wajah mereka.
Kemudian jumlah mereka meningkat sehingga seseorang membeli onta dia ditanya, ‘Dari siapa kamu membeli onta itu? ’Dia menjawab,Dari salah seorang yg dicap wajahnya.. ”(HR. Ahmad,dishahihkan oleh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah nomor 322).

Nantinya Dabbah akan keluar dari Mekkah dari masjid yg paling mulia.Hal ini berdasarkan hadits yg diriwayatkan dalam Majma’uz Zawaid VIII/7-8, dari Hudzaifah bin Asid secara marfu’ “Dabbah akan keluar dari masjid yg paling besar, tatkala mereka (sedang duduk-duduk tiba-tiba bumi bergetar) ketika mereka sedang demikian tiba-tiba bumi terbelah. ”

Perbedaan pendapat banyak terjadi di kalangan ulama tentang Dabbah ini.Dabbah secara bahasa mempunyai makna hewan yg berjalan di atas bumi.Beberapa ulama mengatakan bahwa Dabbah adalah anak unta yg disapih dari unta Nabi Shalih.
Hal ini berdasarkan hadits yg diriwayatkan oleh Abu Dawud ath-Thayalisi dari Hudzaifah bin Asid al-Ghifari, bahwa Rasulullah saw menyebut tentang dabbah,(lalu beliau menuturkan hadits,di dalamnya ada ungkapan)
“Mereka tidak menggembalakannya, melainkan ia hanya bersuara di antara rukun dan maqam (rukun Yamani dan Maqam Ibrahim). ”

Kedua,dabbah adalah al-Jassasah yg disebutkan dalam hadits Tamim ad-Dari pada kisah Dajjal. Pendapat ini dinisbatkan kepada Abdullah bin Amru bin ‘Ash. Pendapat ini tidak kuat lantaran bebrapa sifat dan apa yg dilakukan oleh si dabbah tidak cocok dengan gambaran al-Jassasah dalam hadits Tamim ad-Dari.

Ketiga, dabbah adalah ular yg mengawasi dinding Ka’bah, yg disambar oleh elang ketika orang-orang Quraisy hendak membangun Ka’bah. Pendapat ini dinisbatkan oleh al-Qurthubi kepada Ibnu ‘Abbas ra. Hanya, beliau tidak menyebutkan sumbernya.

Keempat, dabbah adalah manusia yg berbicara, mendebat dan membantah orang-orang yg gemar melakukan bid’ah dan kekufuran agar mereka berhenti. Agar jika mereka binasa, mereka binasa dengan keterangan (hujjah) yg nyata.

Kelima,Dabbah adalah bakteri yg berbahaya yg akan membuat manusia menderita.Bakteri tersebut melukai bahkan bisa membunuhnya.Ketika melukai seseorang ia membawa pesan berupa nasihat kepada manusia seandainya mereka mempunyai hati yg bisa berpikir,sehingga mereka sadar utk kembali kepada Allah,kepada agamanya dan menekan mereka utk menerima hujjah. Ini adalah pendapat yg dipegang oleh Abu ‘Ubayyah dalam komentarnya terhadap kitab an-Nihayah/al-Fitan wal Malahim, karya Ibnu Katsir.

Baca juga:Inilah Hukumnya Sholat Memakai Mukena Warna-Warni
Bagi kita,cukup saja percaya dengan kabar dari manusia paling dekat dengan Allah,Nabi Muhammad SAW ini. Selebihnya,kita serahkan kepada Allah yg Mahatahu atas segala yg telah dan akan terjadi

Bagikan Komentarmu