Ibadah Kok Unggah Di Media Sosial

170

Ibadah Kok Unggah Di Media Sosial
Ibadah anak jaman kini semacamnya tidak sedikit yg diunggah ke beberapa medsos.Alasannya sangat beragam mulai sebab tidak tahu hingga sebab tidak ingin tahu.Padahal lakukanan semacam itu dapat menjurus terhadap riya’ alias pamer.
Bisa juga faktor tersebut sebab tidak lebih pahamnya aliran agama mengenai bagaimana menyembunyikan sebuahibadah serta hanya merilis Allah semata yg menonton ibadah kita. Bukannya dengan membeberkan ke media sosial yg telah pasti dilihat beribu pasang mata.
Mempunyai kepahaman utama diperlukan dalam menjalankan sebuahibadah. Jangan sampai hingga ibadah yg telah dilakukan dengan sekuat tenaga wajib hangus sebab mengunggahnya di media sosial.

Lalu apa saja yg wajib dilakukan supaya ibadah diterima?

1. Niatkan Yg Benar
Sesungguhnya niat menjadi awal dari sebuahibadah. Apabila niat kami salah, maka ibadahnya lantas tidak bakal diterima. Niatkanlah ibadah tersebut hanya sebab Allah Sang Pemilik Alam Semesta, bukan sebab yang lainnya.

Niat juga bukanlah sebab paksaan dari beberapa pihak semacam bawahan yg disuruh shalat dengan terpaksa oleh atasannya ataupun murid yg disuruh shalat Dhuha oleh guru. Semuanya wajib dilakukan Lillahi Ta’ala.

Udah tidak sedikit terjadi kini ini dimana shalat mempunyai niat tidak hanya Allah. Mereka yg shalat ataupun beribadah tidak sedikit merupakan sebab segan terhadap ceo yg shaleh, ingin dipuji ataupun ingin dilihat. Alhasil tidak ada pahala ibadah dari apa yg dilaksanakannya itu.

2. Ada Contoh Dari RasulullahSyarat sebuahibadah supaya diterima oleh Allah

merupakan ada tuntunan alias contoh dari Rasulullah yang menjadi utusan Allah terhadap umatnya. Telah tidak sedikit kitab ataupun ustadz yg membahas bagaimana sewajibnya akhlak alias rukun dalam shalat, puasa ataupun ibadah yang lainnya. Carilah yg terbukti ada keterangan Al Quran serta Al Hadist.

Apabila nyatanya kami beribadah seenak diri, maka yg ada ibadah kami tidak diterima. Malaikat pun enggan utk menuliskan amal baik yg melanggar aturan Allah.

3. Tidak Pamer
Ibadah yg bakal masuk dalam catatan malaikat ialah ibadah yang tidak dibarengi dengan riya’ alias pamer, entah terhadap siapapun, dimanapun serta saat apapun. Riya’ bakal membikin ibadah yg telah dijalankan menjadi hangus tidak berbekas.

Kini praktek riya’ telah tidak sedikit terkesan lewat perkembangan teknologi dimana mereka mengunggah status ataupun gambar saat sedang ibadah, bakal alias telah ibadah. Contohnya semacam “Otw sholat jum’at”, “Sedang umrah nih” ataupun yang lainnya.

Meski tidak berniat utk pamer awalnya, tetapi apabila nyatanya tidak sedikit yg suka serta berkomentar meninggikan rasa, pastilah kami lambat laun bakal merasa arogan serta berbangga diri.

Jikalau telah arogan hinggap dalam hati, hanguslah semua ibadah tersebut .

Ibadah terbukti lakukanan yg sensitif serta wajib dirahasiakan. Apabila pun diketahui orang lain, segeralah beristighfar supaya setan tidak menghembuskan kebanggaan diri terhadap kita.

4. Merasa Paling Benar Serta Paling Tidak sedikit Ibadahnya
Mengunggah status sedang beribadah alias bakal iberibadah maupun telah beribadah hanya bakal memperkeras hati serta berpendapat bahwa kitalah yang telah benar dalam ibadah. Kami pun bakal merasa bahwa kitalah yg tidak sedikit beramal. Padahal belum pasti juga ibadah yg dilakukan tercatat dalam buku amal baik. Bahkan dapat berbalik serta tercatat dalam buku amal kurang baik. Naudzu Billahi Min Dzalik

Jadi walau perintah Allah dalam Al Quran merupakan kami berlomba-lomba dalam kebaikan, tetapi sesungguhnya hanya Allah lah yg layak utk menontonnya. Bukannya mengunggah di media sosial serta berbangga diri dengan segudang ibadah tersebut .